Rabu, 24 September 2025

September 25th, 2025.

 This is the 3rd time I posted something in Indonesian... yay, I guess? Anyway...


Dear diary,


Hari ini aku diusir oleh ibuku hanya karena aku terus-terusan menolak pakai kerudung.


Aku tidak bisa jujur bahwa alasanku sudah tidak ingin pakai kerudung karena aku sudah keluar dari Islam. Aku keluar dari Islam karena aku seorang lesbian. Sejak lahir aku tertarik pada sesama perempuan. Meskipun aku sering dibully oleh perempuan-perempuan lain termasuk ibu dan kakak-kakakku sendiri, hal itu tidak merubahku menjadi 'normal' kembali. Tapi aku tidak memusuhi sesama LGBT yang masih punya/taat agama, kok. Itu hak masing-masing saja dan aku sendiri merasa agama Islam memang tidak sejalan dengan identitasku sebagai seorang lesbian. Aku pernah beberapa kali membaca berbagai komentar dari orang-orang yang juga LGBT tapi masih punya/taat dengan agama mereka, dan I think it's totally fine as long as they're also fine with me.


Sayangnya, agama itu jauh berbeda dengan orientasi seksual. Agama bisa diubah. Tapi orientasi seksual memang nggak bisa diubah. Aku yakin itu. Kebanyakan orang yang mengaku bisa 'sembuh' sebenarnya masih queer. Tapi mereka sangat membenci diri mereka sendiri sehingga hidup dalam persembunyian. Meskipun, yah, kadang-kadang the closet is made out of glass. Jadi yang tidak punya gaydar versi pro max (kaya iPh*ne aja haha) pun masih tetap bisa mendeteksi bahwa mereka masih queer. Aku punya teori tersendiri bahwa orang-orang yang bisa 'sembuh' sebenarnya biseksual atau panseksual. Jadi ketertatikan dengan sesama jenis itu masih ada, dan mereka memaksakan diri untuk terlihat dan bersikap straight padahal antara mereka berpura-pura saja agar diterima oleh masyarakat/keluarga, atau mereka sebenarnya biseksual/panseksual tapi berusaha menekankan ketertarikan mereka pada lawan jenis biar dianggap 100% straight.


Ah, aku benar-benar bingung harus ngapain. Teman? Nggak punya. Ada beberapa teman online, semuanya orang luar negeri (dan mereka sama sekali TIDAK mendoktrinku untuk masuk LGBT ya!) itupun sekarang kami tidak pernah berkomunikasi (karena kami kenal lewat akun Tumblr lamaku, lol). Di Indonesia nggak ada hotline apalagi shelter untuk orang-orang LGBT. Ada mungkin ya, diluar sana, tapi aku sama sekali nggak punya uang untuk transportasi. Saat ini, di posisiku yang sudah diusir oleh orangtua, aku sedang menatap kosong ke arah tas yang sudah dijejeli pakaian dan barang-barang yang menurutku paling penting untuk dibawa. Aku sudah mencoba reach out ke beberapa media/organisasi LGBT di Instagram, rata-rata tidak direspon. Aku bertanya soal kesempatan untuk menjadi volunteer sih, bukan bertanya soal shelter dan semacamnya. Sisanya yang masih sudi merespon itu hanya memberitahuku bahwa mereka sedang tidak buka lowongan untuk menjadi volunteer. Ya nggak apa-apa lah, sudah aku coba ini. Tadinya aku mau menjadi volunteer untuk mempercantik CV beasiswaku, karena aku ingin sekali diterima oleh beasiswa yang peduli dengan hak-hak manusia salah satunya hak-hak LGBT. Jelas hal seperti ini nggak akan bisa kumasukkan kedalam CV utamaku, yang ada nanti semua perusahaan menolakku.


Tuhan, tolong selamatkan aku.


P.S: TOLONG KASIH TAU LOWONGAN KERJA REMOTE!! SAAT INI AKU MASIH KULIAH SECARA ONLINE DI SEMESTER 1 DAN SEMUA LOWONGAN KERJA REMOTE YANG KUDAFTAR TIDAK KUNJUNG MEMBERIKU KABAR!! (Sedih banget).